Studi MRI Menunjukkan Pemberian ASI Mendorong Pertumbuhan Otak Bayi

Hohoho saya kembali dalam dunia blogging lagi. Dan tulisan kali ini saya ambil dari Science Daily, apabila penerjemahannya kurang pas ya di pas-pas in aja.

6 Juni 2013

130606141048-large

Sebuah studi yang menggunakan berbagai gambar otak dari hasil mesin “quiet” MRI menunjukkan bukti bahwa menyusui mendorong pertumbuhan otak bayi. Bahkan diketahui bahwa hanya dengan menyusui, pertumbuhan otak bayi akan lebih baik daripada kombinasi menyusui dan memberi susu formula.

Sebuah penelitian dari Brown University menemukan beberapa bukti bahwa pemberian ASI baik untuk otak bayi.

Penelitian tersebut menggunakan baby-friendly magnetic resonance imaging (MRI) untuk melihat pertumbuhan otak pada sampel anak di bawah 4 tahun. Peneliti melihat bahwa pada umur 2 tahun, pada bayi yang telah diberi ASI setidaknya selama tiga bulan,  mengalami perkembangan pada daerah penting pada otak dibandingkan dengan anak yang hanya diberi susu formula atau kombinasi pemberian ASI dan susu formula. Tambahan yang paling menonjol adalah pada bagian otak yang berhubungan dengan kemampuan bahasa, emosi, dan kognisi, menurut hasil penelitian.

Ini bukan penelitian yang pertama yang menujukkan bahwa pemberian ASI membantu perkembangan otak bayi. Studi perilaku sebelumnya telah mengaitkan antara pemberian ASI dengan hasil kognitif yang lebih baik pada remaja dan orang dewasa. Tetapi ini merupakan penelitian pertama yang memberikan gambaran perbedaan otak pada anak kecil yang sehat, ucap Sean Deoni, asisten professor teknik Brown University sekaligus pimpinan penelitian.

“Kami ingin melihat bagaimana awalnya perubahan pada perkembangan otak ini sesungguhnya terjadi,” kata Deoni. “kami menunjukkan bahwa hal tersebut hampir tepat sasaran. Temuan ini tercantum pada jurnal Neurolmage dan tersedia secara online.

Deoni memimpin Brown’s Advanced Baby Imagin Lab. Bersama koleganya, ia menggunakan mesin ‘quiet’ MRI yang mencetak gambar otak bayi saat mereka tidur. Tekik MRI yang telah dikembangkan Deoni melihat pada struktur mikro di daerah putih otak (white matter), jaringan yang mengandung banyak akson dan membantu bagian otak lain untuk berkomunikasi satu sama lain. Secara spesifik, teknik tersebut melihat pada banyaknya myelin, selubung yang menyelubungi serabut saraf dan mempercepat sinyal listrik.

18117

*otaknya Adam

Deoni dan timnya mengambil data pada 133 bayi pada rentang usia 10 bulan hingga 4 tahun. Semua bayi memiliki waktu kehamilan normal dan semuanya berasal dari keluarga dengan status sosioekonomi yang sama. Peneliti memisahkan bayi ke dalam 3 kelompok, bayi yang diberi ASI secara eksklusif setidaknya selama 3 bulan, bayi yang diberi ASI dan susu formula, dan bayi yang hanya diberi susu formula. Peneliti membandingkan pertumbuhan pada daerah putih untuk setiap kelompok.

Studi menunjukkan bahwa kelompok yang diberi ASI secara eksklusif memiliki tingkat pertumbuhan myelin tercepat daripada kelompok lainnya, dengan kenaikan volume white matter menjadi penting saat usia 2 tahun. Sedangkan pada kelompok yang diberi ASI dan susu formula menunjukkan pertumbuhan yang lebih cepat dibanding kelompok yang hanya diberi susu formula.

“Kami menemukan perbedaannya (pada pertumbuhan daerah putih) sekitar 20 hingga 30 persen, perbandingan antara anak diberi ASI dan tidak diberi ASI,” ucap Deoni. “Menurutku ini sangat menakjubkan saat anda dapat menemukan perbedaannya dengan cepat.”

Deoni dan timnya kemudian mengadakan tes kognitif dasar pada anak yang lebih tua. Dari hasil tes, ditemukan peningkatan pada kemampuan bahasa, penerimaan visual, dan kontrol motorik pada kelompok yang diberi ASI.

Penelitian juga melihat efek durasi pada pemberian ASI. Peneliti membandingkan bayi yang diberi ASI selama lebih dari setahun dengan yang diberi ASI kurang dari setahun. Hasilnya, bayi yang diberi ASI lebih lama mengalami peningkatan pertumbuhan otak – khususnya pada daerah otak yang berkaitan dengan fungsi motorik.

Deoni mengatakan temuan ini merupakan penelitian penting yang menemukan hubungan antara pemberian ASI dengan kesehatan otak anak.

“Saya pikir saya akan perpendapat jika digabung dengan bukti lain, bahwa sepertinya pemberian ASI benar-benar menguntungkan.” ujarnya.

Penulis lain pada studi ini adalah Douglas Dean, Irene Piryatinsky, Jonathan O’Muircheartaigh, Lindsay Walker, Nicole Waskiewicz, Katie Lehman, Michelle Han, dan Holly Dirks dan Arya Wiguna, semuanya bekerja bersama Deoni di Baby Imaging Lab. Penelitian ini didanai oleh National Institutes of Mental Health.

———————————————————————————————-

Sebenernya gembar gembor tentang pemberian ASI eksklusif sudah direalisasikan lewat Peraturan Pemerintah nomor 33 tahun 2012 lho, bisa dilihat di sini, bahkan akan diwajibkan. Yah semoga bisa membantu membangun generasi ke depan~ FYI, saya juga termasuk anak yang minum ASI ^^ tapi nggak tau sampe umur berapa, terus minumnya susu S*M. Karena saya bukan sedang memberi penyuluhan maka saya akhiri saja tulisan ini, maaf apabila ada kesalahan kata-kata #karena saya terlalu malas mengkoreksi.

 

Iklan