Menstrual Synchrony, Fact or Myth?

Hola pembaca yang budiman… Sudah lama sekali tidak menjamah blog ini. Saya disibukkan oleh Ujian Nasional yang beritanya tersiar setiap hari ituh -__- iya gue juga nggak ngerti kenapa UN bisa sekacau itu. Untungnya provinsiku nggak terjadi kekacauan. Nah, beberapa hari yang lalu saya nemu bacaan keren nih, judulnya menstrual synchrony (karena gue nggak ngerti terjemahannya, jadi kita pakai bahasa Inggris saja ya :B ).

Nah, readers mungkin pernah ngalamin yang namanya menstrual synchrony (khusus yang cewek) tapi kadang kita nggak memperhatikan masalah tersebut. Saya sendiri tidak begitu memperhatikan sampai suatu saat aku mbaca topik ini. Oke, apa sih menstrual synchrony itu? Menurut teori, siklus menstruasi sekelompok orang yang tinggal bersama dalam jangka waktu yang lama (misal keluarga di rumah, asrama, penjara, dsb) dapat mengalami sinkronisasi seiring berjalannya waktu. Oooo sepertinya saya mengalaminya karena jarak datang bulanku sama kakak cuma selang satu hari ._. Perlu diingat kalau menstrual synchrony ini masih berupa teori yang belum pasti keberadaannya.

Sejauh ini penelitian mengenai menstrual synchrony masih sangat sedikit sehingga sulit untuk menemukan jawaban yang pasti. Kejadian ini mungkin adalah kombinasi dari faktor-faktor yang telah berubah dan berevolusi selama berabad-abad.

Nah, penelitian tentang menstrual synchrony pada manusia yang paling terkenal adalah penelitiannya McClintock, sehingga sering dijuluki McClintock Effect atau Wellesley Effect. Aku nggak tau apa hubungannya sama The Butterfly Effect ._. jadi sebaiknya tidak usah kita pikirkan.

Penelitian Martha McClintock

Jadi, seperti yang kubilang tadi, penelitian menstrual synchrony pertamakali dilakukan oleh Martha McClintock, ia melaporkan temuannya ke jurnal Nature pada tahun 1971. Kemudian tahun 1988 McClintock dan Stern meneruskan penelitian sebelumnya. Mereka menyelidiki keterkaitan feromon yang dilepaskan oleh wanita sebagai mekanisme pemanipulasi siklus menstruasi manusia. Penelitian dilakukan dengan cara mengkoleksi beberapa senyawa dari ketiak wanita pendonor pada siklus mens yang telah ditetapkan, terus senyawa tadi diberikan ke wanita resipien untuk dihirup baunya (yeks… moga-moga si donor udah pake deodorant >.<)

Peneliti menyimpulkan bahwa senyawa tak berbau yang dikumpulkan dari para wanita pada fase folikular akhir memacu mekanisme hormonal yang memendekan siklus menstruasi si wanita resipien, dan senyawa tak berbau yang dikumpulkan dari wanita pada fase ovulasi memacu mekanisme hormonal yang memperpanjang siklus menstuasi si wanita resipien. Dari hasil tersebut, McClintok dan Stern menegaskan bahwa temuannya membuktikan keberadaan feromon manusia dan juga ilustrasi dari manipulasi siklus menstruasi wanita.

 

Kegunaan

Fenomena menstrual synchrony dapat bermanfaat bagi spesies tertentu. Jika tikus mengalami siklus bersamaan dan melahirkan bersamaan, fenomena ini dapat menjadi pertahanan terhadap predator. Dengan banyaknya jumlah anak mungkin dapat menghindari predasi (taktik yang biasa terjadi pada burung yang tinggal bersama atau pada kura-kura laut). Statement berasal dari David Hone, biologist dan palaeontologist dari Dublin.

 

Kalau manfaatnya bagi manusia penjelasan lengkapnya dapat dibaca di sini, namun saya akan mengutip beberapa. Peran menstrual synchrony terlihat pada lingkungan suku tradisional, saat terjadi menstruasi wanita akan berkumpul bersama menjauhi anggota suku yang lain untuk bermeditasi, berdoa dan menerima bimbingan. Para wanita yang melakukan kegiatan ini bersama-sama akan menjadi lebih kuat karena mereka menggabungkan energi. Bila pendarahan mereka telah berakhir, para wanita ini akan kembali ke suku dan menawarkan bimbingan dan saran berdasarkan pengalaman mereka. Pada kasus ini, perempuan menjadi lebih kuat saat meraka mengalami siklus bersama. Bagaimana dengan fertilitas dan kelangsungan hidup? Pada lingkungan suku, masyarakat perlu bekerja sama untuk kelangsungan hidup suku. Jika wanita melahirkan anak bersama-sama mereka dapat saling mendukung dan menolong . Contohnya, jika salah satu ibu sakit dan tidak bisa merawat anaknya, ibu yang lain (yang melahirkan barengan) dapat mengambil alih peran ibu yang sakit, dan merawat anaknya.

Bagaimana dengan kehidupan modern? Pada kehidupan modern tentu saja kita tidak lagi hidup mengelompok membentuk suku-suku. Wanita jaman sekarang lebih sering tinggal dalam keluarga inti. Pada beberapa kondisi, kelangsungan hidup manusia modern tidak terlalu bergantung pada menstrual synchrony seperti pada kehidupan suku-suku tradisional. Tapi sepertinya tubuh kita masih merespon pada sinkronisasi tersebut.

Apakah Fenomena Ini Benar Terjadi?

Menstrual synchrony sebenarnya masih berupa teori. Belum ada fakta yang membuktikan fenomena ini benar-benar terjadi. Ada beberapa statement yang meragukan bahwa menstrual synchrony tidak nyata, saya akan mengutip beberapa dari sini.

Mari kita pertimbangkan bahwa siklus menstruasi yang normal bervariasi antara 21 hari – 35 hari dan menstruasi berlangsung selama 2 sampai 7 hari. Pertimbangkan bahwa beberapa wanita memiliki siklus yang tetap dan konsisten, sementara yang lain punya pola yang berbeda-beda, ada yang tetap-tidak tetap-tetap lagi, dst. Pertimbangkan bahwa siklus ovarium dan kondisi tertentu dapat menyebabkan siklus menjadi tidak tetap/terganggu. Pertimbangkan juga bahwa kesibukan dan kegiatan berat dapat mempengaruhi menstruasi. Mari kita gabungkan semua pertimbangan tadi dan dapat kita lihat bahwa siklus seringkali saling tumpang tindih secara kebetulan, dan sulit kita tetapkan bahwa siklus tersebut mengalami sinkronasi.

Apakah terjadi pada spessies lain? Fenomena ini diduga berasal dari primata dan mammalia lain akibat dari feromon, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa fenomena ini tidak terjadi pada simpanse, hamster, mandrill, ataupun golden tamarin.

Apakah Feromon pada Manusia Benar-Benar Ada?

Keberadaan feromon pada manusia sendiri masih kontroversial. Feromon adalah sinyal kimia yang dilepaskan oleh individu yang mempengaruhi tingkah laku individu lain pada spesies yang sama. Feromon dapat bermanfaat sebagai tanda bahaya, jejak makanan, penarik pasangan, dan fungsi lainnya. Feromon dapat teramati pada serangga dan beberapa tumbuhan.

Pada manusia, feromon telah dipostulasikan dan bahkan dijual sebagai penarik pasangan. Tapi hanya sedikit atau bahkan tidak ada telaah yang membuktikan bahwa feromon mempengaruhi tingkah laku manusia. Belum ada feromon manusia yang diindentifikasi, dan juga organ vomeronasal yang mendeteksi feromon pada mammalia bersifat rudimenter dan tidak berfungsi pada manusia.

 

—————————————————————–

Jadi, kesimpulannya menstrual synchrony masih belum jelas, apakah fenomena ini benar-benar terjadi. Masalahnya belum ada penelitian yang benar-benar membuktikan fenomena ini dan menjelaskan mekanismenya yang masuk akal, walaupun penelitian McClintock bisa mendukung teori ini. Kalau menurutku fenomena ini masih berupa mitos, karena belum pasti juga aku mens nya bareng sama kakakku, ibuku, temen-temenku, guruku, hamsterku. Lagian belum jelas apa manfaatnya buat kehidupan modern begini.

(Sumber-sumber sudah kucantumkan di antara tulisan)