Sebuah Gen dapat Mengubah Karbohidrat menjadi Lemak

Selamat tahun baru 2013 semuanyaa…. Awal tahun gini paling asoy nulis sesuatu, mumpung masih libur. Okeh, nggak usah banyak nggosip lagi, mari kita lihat kembali judul tulisan saya 😀 Mungkin ada yang udah pernah baca di Okezone (karena saya emang nemu tulisan ini di Okezone). Baiklah seperti biasa akan saya cantumkan beritanya di sini buat menuh-menuhin cekidot….

Okezone, 9 Desember 2012

uShQUOksM8

CALIFORNIA –  Ilmuwan asal University of Califoria baru-baru ini mengungkap temuan tentang gen yang mampu merubah karbohidrat menjadi lemak. Gen ini membantu tubuh mengonversi senyawa hidrat arang tersebut menjadi lemak untuk pengobatan yang potensial pada penderita lever, diabetes serta obesitas.

Dilansir Machineslikeus, Minggu (9/12/2012), para peneliti asal Amerika Serikat ini membuka mekanisme molekuler tentang bagaimana tubuh mengubah karbohidrat menjadi lemak . Sebagai bagian dari riset ini, peneliti menemukan bahwa gen dengan nama BAF60c memberi kontribusi untuk penderita lever atau steatosis.

Studi ini dipublikasikan secara online pada 6 Desember 2012 di jurnal Molecular Cell. Peneliti menemukan, tikus yang memiliki cacat gen BAF60c, tidak mengubah karbohidrat menjadi lemak, meskipun hewan tersebut memakan karbohidrat dalam jumlah yang tinggi.

“Penelitian ini memberi kami satu langkah ke depan dalam memahami penyakit lever yang dihasilkan dari konsumsi karbohidrat yang terlalu banyak,” ujar Hei Sook Sul, peneliti dari University of California, Berkeley.

Ia mengatakan, temuan gen BAF60c kemungkinan bisa mengarah pada pengembangan pengobatan untuk jutaan warga Amerika yang mengidap penyakit lever serta penyakit yang berkaitan lainnya.

Berdasarkan data yang terungkap dari studi epidemiological, lebih dari tiga perempat penderita obesitas dan sepertiga dari penduduk Amerika merupakan penderita lever atau steatosis. Diet tinggi karbohidrat seperti roti, pasta, nasi, soda dan lainnya merupakan faktor risiko utama untuk penderita lever, yang ditandai oleh akumulasi lemak dalam sel lever.

Setelah makan, karbohidrat akan pecah menjadi glukosa, yakni sumber energi. Banyaknya glukosa ini akan disimpan di hati sebagai glikogen atau dengan bantuan insulin, mengonversi ke dalam asam lemak.

Kemudian, lemak itu diedarkan ke bagian tubuh lain dan disimpan di jaringan adiposa. “Membatasi konsumsi soda, kue dan biskuit adalah ide yang baik karena berbagai alasan, bahkan selama liburan,” pungkasnya.

——————————————————–

Sebenernya pengubahan karbohidrat menjadi lemak ini sudah diketahui sejak lama, bahkan hal ini lumrah terjadi di tubuh kita loh. Cuma penelitian ini lebih mendalami gen yang berperan dalam proses tersebut. Jadi begini prosesnya (secara biokimia), Karbohidrat akan dipecah menjadi Glukosa 6-fosfat. Nah, kelebihan Glukosa 6-fosfat yang tidak digunakan untuk membuat glukosa darah atau glikogen hati dipecah melalui glikolisis dan piruvat dehidrogenase menjadi asetil-KoA, yang diubah menjadi malonil KoA, kemudian menjadi asam-asam lemak. Beberapa asetil-KoA juga digunakan hati untuk membentuk kolesterol. Nanti setelah terbentuk asam-asam lemak dan gliserol, maka triasilgliserol atau lemak dapat dibuat melalui proses lipogenesis. (Lehninger, 1982:15)

embor440-f1

Gen BAF60c ini berada di sitoplasma, di luar nukleus. Ketika insulin berikatan dengan reseptor pada permukaan sel, maka kejadian ini akan mengirim sinyal untuk memodifikasi BAF60c sehingga gen tersebut masuk ke nukleus. Di nukleus, BAF60c terikat pada bagian kromatin yang mengandung gen pengkode berbagai enzim yang terlibat dalam konversi karbohidrat ke lemak.

Gene switching, artwork

Peneliti telah menguji peranan BAF60c dengan meningkatkan dan menurunkan fungsinya pada beberapa eksperiment pada tikus lab. Tikus yang mempunyai level BAF60c tiga kali lipat dari normal pada livernya memproduksi gen penghasil lemak dengan kadar yang tinggi, bahkan ketika sedang puasa. Sebaliknya, penonaktifan BAF60c mengganggu pembentukan asam lemak, bahkan ketika tikusnya diberi makanan tinggi karbohidrat.

Okeh, karena saya sudah mulai kehabisan kata-kata maka cukup segitu aja ya ulasanku. Maaf kalau pendek dan tambah membuat anda-anda bingung, gue aja juga bingung. Selamat liburan bagi yang masih libur 😀