Stem Cell

Holla semua! Berhubung sekolah sudah memasuki masa libur lebaran, saatnya bersenang-senang 😀 prok prok prok. Wekeke sayangnya, karena saya tidak mudik ke luar kota jadinya cuma di rumah terus apdet blog -,- Yasudah daripada banyak cing cong mending kita lihat yuk, stem cell punya kita masing masing Maaf kalo isinya abal.

Pengertian Stem Cell

Stem cell itu bahasa Indonesianya sel punca. Apa pula sel punca itu? Yaudah nek masih belom tau sel punca, bahasa alternatifnya sel induk. Ngertikan induk? Jadi  stem cell itu adalah sel yang belum terdifferensiasi/terspesialis dan mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda di dalam tubuh. (sumber: Wikipedia)

Ada dua jenis stem cell, yaitu adult stem cell dan embryonic stem cell. Keduanya bermanfaat untuk kepentingan medis, tapi menurut para ilmuwan, embryonic stem cell mempunyai potensi yang lebih tinggi dalam bidang medis karena kemampuannya menjadi organ tubuh, sedangkan adult stem cell hanya bisa berkembang menjadi jaringan saja.

Sebenernya fungsinya stem cell apa sih? Karena stem cell bisa berkembang menjadi sel tubuh organisme, makanya stem cell bisa menciptakan sel tubuh atau bahkan organ tubuh yang baru yang berguna untuk transplantasi. Contohnya, kalo ada pasien yang katakanlah menderita gagal ginjal, sampai butuh cangkok ginjal, berarti pasien ini butuh donor ginjal yang cocok kan? Nah, donor ini bisa dari orang lain, tapi mencari donor yang cocok sangatlah sulit, makanya terobosannya ginjal baru yang dibuat dari stem cell. Sel tersebut semacam dibiakkan menjadi ginjal. Baru deh dipake buat transplantasi. Selain itu stem cell juga memainkan peranan yang penting dalam pengobatan Parkinson, Alzheimer, osteoporosis, kanker, diabetes, penyakit jantung, pengobatan luka bakar, dll.

blastosit yang nantinya akan dikembangkan jadi Stem Cell

Kontroversi Stem Cell

Meskipun stem sel unyu-unyu berguna bagi kesehatan manusia, banyak perdebatan mengenai etika stem sel terutama Embrionik stem cell. Why? Yak arena Embrionik stem cell berasal dari embrio fase blastosit, yang artinya akan menghancurkan embrio tersebut. Istilahnya kita ngambil sel-selnya si embrio tersebut.

Embrionik stem cell dapat diperoleh dari embrio yang diciptakan dari fertilisasi buatan yang tujuan aslinya untuk membantu masalah kesuburan manusia (mandul) tapi embrio tersebut sudah nggak dipakai lagi, embrio ini disebut embrio cadangan. Pihak pertama berpikir bahwa menciptakan embrio untuk penelitian itu tidak benar, tapi secara moral boleh menggunakan (atau menghancurkan) embrio yang nantinya akan dibuang. Pihak kedua berpikir bahwa tindakan membuat atau menggunakan embrio cadangan adalah tindakan yang tidak benar. Pihak ketiga berpikir boleh menggunakan embrio terlepas dari tujuan semula. Nah loh, pilih pihak mana ni? 1, 2, apa 3?

Bagaimana pendapat orang tentang Embrionik stem cell tergantung pada pandangan mereka tentang status moral embrio manusia. Ada tiga pandangan berbeda yang implikasinya mempengaruhi penelitian:

  1. Embrio adalah manusia, jadi emrio berhak mendapat perlindungan selayaknya manusia. Pandangan ini melarang penelitian yang merugikan atau membunuh embrio manusia.
  2. Embrio secara biologis manusia, tetapi dalam arti moral bukan orang. Apa yang membuat manusia adalah orang dalam arti moral adalah pemilik hak, anggota dari komunitas moral. Singkatnya manusia tidak diartikan berdasarkan jumlah kromosomnya tapi lebih ke arah karakteristik moral yang biasa dimiliki manusia, yaitu kemampuan merasa, kesadaran diri, berpikir rasional, dsb. Karena embrio tidak punya karakteristik seperti ini maka penelitian tentang embrio (secara moral) dibolehkan.
  3.  Embrio, meskipun bukan orang, tapi pantas mendapatkan perhatian khusus dan pertimbangan moral sebagai bentuk perkembangan manusia. Pandangan ini berkompromi dengan pandangan pertama dan kedua. Pandangan ini memperbolehkan penelitian embrio dengan kondisi yang terkendali.

(sumber: Life, The Science of Biology 7th edition, 2005)

Tiap negara punya pandangan yang berbeda-beda mengenai masalah stem cell ini. Di USA, Austria, Prancis, Jerman, dan Irlandia tidak mendukung penelitian embrionik stem cell. Tapi kalau di Inggris, Belanda, Italia, Finlandia, Yunani, Swedia, China, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan mendukung pengembangan teknologi embrionik stem cell, bahkan mereka punya Stem Cell Bank. Gimana dengan Indonesia? Kalau Indonesia memiliki pandangan seperti pandangan ke-3, Indonesia hanya mengizinkan RSCM dan FKUI untuk melakukan pengembangan stem cell dengan syarat dan pengawasan yang ketat. (sumber: Kompasiana )

Sebenernya ada alternatif bagi embrionik stem cell, yaitu sel induk yang diambil dari cairan ketuban. Nah, kalo diambil dari cairan ketuban kan berarti nggak membunuh embrio tuh, berarti nggak menimbulkan masalah etika moral tuh. Masalahnya beres kan? (sumber: Kabar24 )

FYI, aplikasi stem cell di Indonesia masih butuh 3 tahun lagi, selengkapnya bisa dibaca di detikHealth.

Gimana menurut kalian? Apakah terapi stem cell itu boleh apa enggak? Kalo aku sih lebih condong ke pendapat ke-3. Tapi berhubung ada alternatif dari cairan ketuban aku milihnya alternatif aja. Selamat liburan, mohon maaf lahir dan batin 🙂 see u.