An Incredible Case of Phineas Gage

Halo readers… Nyahahaha udah kebiasaan ya blog ini update-nya lama. Maklumlah penulisnya sibuk+males=lama update.

Oke sebenernya aku pengen curhat -.- tapi rasanya nggak etis membuka aib di sini, jadi acara curhatnya kita batalkan saja. Nah, baru-baru ini aku baca buku biologi (ebook) tentang Neural System, di situ aku nemu gambar mengerikan terus aku baca keterangannya ternyata ceritanya menarik perhatianku. Terus aku nyoba googling di internet, dan hasilnya akan aku bagikan di postingan kali ini. Maaf kalo postingannya nggak menarik…

Gambar yang menginsiprasiku menulis postingan ini

Kasus yang menimpa Phineas Gage mungkin adalah kasus yang paling terkenal di dunia neuromedicine. Begini ceritanya….

Pada tanggal 13 September 1848, Phineas Gage, seorang mandor di konstruksi kereta api Vermont, sedang bekerja bersama kru-nya di jalur kereta api Ruthland dan Burlington dekat Cavendish, Vermont. Tugasnya adalah menggali batu-batuan yang akan dibuat sebagai jalur kereta api. Nah menggalinya ya jelas pake bahan peledak lah, kalo digali manual mungkin ceritanya Gage bakal lain lagi -_-  Saat itu Gage lagi nyiapin alat-alat peledaknya, ia memadatkan bubuk peledak, sumbu, dan pasir ke dalam lubang dengan Tamping Iron (aku nggak ngerti apa itu tamping iron). Ketika Gage lagi sibuk mengerjakan tugasnya suatu hal yang tidak akan diduga Gage terjadi, yang jelas Gage bukan menang undian keliling Eropa gratis -_- tanpa disadari oleh Gage, percikan api dari tamping ironnya memicu bubuk peledak dan Bumm!! Tamping iron nya melesat cepat menembus tengkoraknya Gage DX UWAAA SAKIT BANGET PASTI! #CapsLock jebol. Jadi  besi nya masuk, iya MASUK melalui tulang pipi kiri bagian bawah terus keluarnya di kepala bagian atas! Ngeri banget nggak sih?

Gambar di kiri itu fotonya Phineas Gage (aku yakin semua pada tau). Gambar di kanan itu rekonstruksi kecelakaan

Tamping iron yang “nancep” ke kepalanya Gage panjangnya 3 kaki 8 inchi (sekitar 115 cm), berdiameter 1.25 inchi (3,175 cm), dan beratnya sekitar 6 kg. Busyet 😮

Tidak dijelaskan apakah Gage pingsan atau tidak, tapi menurut cerita dapat disimpulkan kalau Gage tidak pingsan. Gage sempat berjalan beberapa menit setelah kejadian, kemudian ia dilarikan ke boarding house tempat ia tinggal. Perjalanan dari lokasi kejadian ke boarding house menempuh jarak 3,25 mil (5,23 km), jauh bangett mengingat Gage cuma naik gerobak yang biasanya dipake buat ngangkut sapi..  itu sih jarak rumahku ke sekolah. Di boarding house ini Gage diperiksa sama John Martyn Harlow, seorang dokter lokal. Harlow ngebersihin lukanya Gage, pecahan-pecahan kecil tengkoraknya Gage diambil, terus diganti dengan potongan tengkorak yang lebih besar yang masih nempel. Setelah itu Harlow menutup luka yang paling besar dengan tali pengikat setelah itu celahnya ditutup dengan kompres basah.

Namun, beberapa hari setelah kecelakaan, salah satu bagian otak Gage yang terbuka terinfeksi oleh jamur. Gage kemudian jatuh koma, keluarganya sudah putus asa namun ternyata Gage sembuh. Tanggal 1 Januari 1849 Gage menjalani hidup normal lagi.

Kepribadiannya Berubah

Ajaib, Gage tidak mengalami gangguan saraf motoik maupun berbicara. Ingatannya masih utuh dan kekuatan fisiknya secara bertahap mulai pulih. Awalnya Dr Harlow menyimpulkan bahwa Gage beruntung karena lukanya merupakan bagian yang dapat dibuang, tetapi yang sebenarnya sesuatu yang buruk terjadi pada Gage. Kepribadiannya berubah, menurut teman-temannya Gage sudah “bukan Gage yang dulu lagi”.

Sebelum kecelakaan, Gage adalah orang yang sopan, baik hati, ramah rajin menabung, suka membantu orang tua. Namun setelah kecelakaan, Gage berubah menjadi Power Ranger orang yang kasar, mudah marah, dan berkata-kata kotor. Gage kemudian berhenti menjadi mandor, ia kemudian bekerja sebagai pelatih kuda di New Hampshire dan Chili sebagai pengemudi kereta pos. Phineas Gage meninggal pada tanggal 20 Mei 1860 di San Fransisco akibat epilepsi.

Saat Gage meninggal tidak ada autopsi terhadap jenazah Gage, namun di tahun 1867 tengkorak Gage dan tamping iron diperiksa dan disimpan oleh Dr Harlow. Saat ini tengkorak dan tamping iron nya tersimpan di Warren Anatomical Museum, Sekolah Kedokteran Universitas Hardvard.

Kalo menurutku sih, kepribadian Gage berubah karena cedera pada Lobus Frontal pada otaknya, soalnya menurut buku Life, The Science of Biology (cieeh bacaannya :P), fungsi lobus frontal itu bermacam-macam diantaranya kemampuan untuk merencanakan, dan sangat berperan dalam kepribadian. Oke ini masih pendapat pribadi sih, nggak ada bukti tegasnya.

serem yah, tamping iron nya panjang gilaa

Nah sekian kisahnya Phineas Gage, Kalo mau baca versi lengkapnya Bahasa Inggris bisa lihat di link berikut (Brainconnection, Wikipedia, atau Neurophilosophy) kalo mau versi bahasa Indonesianya baca aja postingan ini #plak, atau baca di Dianaruntu wordpress. O iya turut berduka cita atas kecelakaan Pesawat Sukhoi, semoga arwah korban dapat berpulang dengan tenang, dan yang ditinggalkan diberi ketabahan, amin. Sekian dan Met Liburan ya..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s